Jumat, 24 Februari 2017
Torehkan Mimpi, Allah Melihat Usaha Kita Untuk Menggapainya
Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Reach my dream?! Of course, I will
Kisah hidup yang sudah saya alami ini merupakan sebuah pengalaman yang luar biasa. Allah telah menunjukkan segala kuasa-Nya hingga sampai saat ini saya bisa bernafas dengan baik. Di tahun 2013 hampir saya berhenti dari kuliah karena Ibu telah kembali kepada-Nya, tapi nyatanya Allah memberi jalan yang lain. Dia telah memberikan saya sebuah kesempatan untuk menempuh pendidikan sampai pada akhirnya saya menyelesaikannya 2015 lalu. Alhamdulillah
Kenapa saya begitu yakin dan percaya diri dengan mimpi yang sedang saya kejar? Pertama, karena ibu saya yang berkeinginan melihat anak-anaknya menjadi sukses salah satunya menyekolahkan sampai ke perguruan tinggi.Tidak berhenti dari itu saja, saya pun masih terus mengejar untuk gelar master yang sampai saat ini sedang saya perjuangkan.
Alasan kedua adalah suatu ketika saya bermimpi pada mimpi itu saya berada disebuah perkumpulan namun sangat gelap. Disana saya melihat Umar bin khatab dan belakangnya adalah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wassalam. Saat itu begitu ramai, yang saya rasakan seperti sedang ditengah peperangan. Orang-orang menyeru 'Ya Rasul Ya Rasul" jujur saat itu saya juga kebingungan lalu Umar menyampaikan kepada saya dengan tergesa 'istiqomah, tintutlah ilmu ( saat itu mengatakannya pakai bahasa arab)' Saya sempat melihat belakang Umar sosok Nabi Muhammad, tapi sayang saya tidak melihatnya dengan jelas. Tapi Masya Allah, saya seperti diberikan sebuah semangat hidup melalui mimpi itu. Alhamdulillah, segala puji bagi-Mu Ya Rabb
Saat itu lah saya mulai mengejar mimpi setinggi-tingginya sebab Allah telah memberikan semangat luar biasa melalui mimpi itu. Namun, tak lantas saya mengantungkan mimpi kepada orang lain. Saya berusaha untuk menjadi orang yang mandiri, saya akan sangat bersyukur jika semuanya berasal dari apa yang saya usahakan sendiri. Selama saya menggantungkan segalanya kepada Allah, tidak ada yang tidak mungkin.
So, gapailah cita-cita kalian walaupun kelihatannya tidak mungkin. Itu semua mungkin bila Allah telah mengatakan "Kun" maka terjadilah. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Mendekat kepada-Nya maka kita akan merasa tenang dan selalu optimis.
Tulis cita-cita dan yakin kita bisa meraihnya. Allah with us๐๐
Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Kamis, 23 Februari 2017
Dear Temanku Yang Cantik, Kumohon Tutuplah Aurat Kamu Dengan Baik
Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Teman-temanku yang cantik, jika kalian belum menutup aurat kalian aku ingin bilang sedikit saja. Aurat, iya aurat yg tampak hanya lengan dan wajah. Kok kamu tega banget sih buat memperlihatkan aurat kepada semua laki-laki. Temenku yang cantik, tanpa kamu memperlihatkan aurat kamu seorang laki-laki yg tulus mencintai kamu itu kelak akan datang dengan sendirinya. Hanya saja masih menunggu waktu yang tepat buat mempertemukan kalian, jadi yang dibutuhkan hanya sabar. Tidak hanya perkara jodoh, tapi hijab juga bisa menjauhkan ayah kamu dari api neraka. Saya mohon, tutuplah auratmu yah temanku yang cantik๐
Temenku yang cantik, saya juga akan sangat sedih kalau hijab cuma sebagai ajang kekinian saja. Yang dengan mudah dilepas dan dipakai kapan saja, hijab lebih dari itu ya temenku yang cantik. Dengan hijab, kalian akan terhindar dari pandangan laki-laki yang penuh nafsu. Apakah ingin kamu digoda karena wajahmu yang cantik dan menawan? Allah justru sangat menyukai jika kamu menundukkan diri dan merendahkan diri. Dengan hijab, laki-laki tidak berani menggodamu. Banyak yang teriak 'Ini pelecehan' karena digoda oleh laki-laki, ya temenku yang cantik justru itu berawal dari diri kamu sendiri yang menggunakan hijab tapi pakaian masih ketat atau bahkan belum mengenakan hijab.
Ya temanku yang cantik, saya disini tidak ingin mempermalukanmu. Tidak sayang, temanku yang cantik...justru saya sangat menyayangimu makanya aku ingin melihat kamu untuk memakai pakaian yang bisa menjagamu dan menjauhkanmu dari api neraka. Saya ingin kita berkumpul di surga ya temanku yang cantik.
Saya bukanlah seorang teman yang baik dalam hal apapun bahkan saya masih serba kekurangan. Saya bukanlah orang yang sempurna ya temanku yang cantik, yuk belajar bareng-bareng. Saya ingin belajar bersama kalian dan bisa bercanda, tertawa, bercerita di akhirat kelak dengan senyuman yang lebar.
Insya Allah ya temenku yang cantik, aku juga tidak ingin bertemu di neraka maka dari itu, ayo kita belajar memperdalam agama dan menjalankan syari'at yang dituliskan dalam Al-Qur'an dan As-sunnah.
Terimakasih temanku yang cantik, sudah membaca ini. Saya sangat sangat berharap kita bisa berkumpul bersama baik di dunia maupun di akhirat dengan senyuman yang indah lebih indah dari senyumanmu saat di dunia ini.
Temanku yang cantik, saya hanya ingin kamu menutup aurat kamu dengan baik. Saya juga belum sempurna, namun saya ingin belajar bersama kalian. Kalian adalah orang-orang yang layak masuk surga maka jangan memperburuk diri kamu di dunia. Sayang sekali jika kalian terlena dengan perhiasa dunia. Ya temanku yang cantik, sesungguhnya kalianlah perhiasan paling indah yang pernah ada didunia dan akhirat.
Tau kah kalian ya temanku yang cantik? Kalian itu dikasih kesempatn Allah yang luar biasa, kalian akan lebih mulia dan lebih cantik dari bidadari surga apabila kalan patuh dengan suami, menjalankan syari'at agama, selalu mengingat Allah, puasa pada bulan ramadhan. Bagitu pun kalian juga diberi kesmpatan buat masuk surga dari pintu manapun. Masya Allah, Dia sudah mrnjanjikan hal yang paling indah tapi kenapa kamu justru lebih memilih jalan yang hanya indah di dunia saja. Tidak kah tidak menginginkan keindahan di akhirat kelak? Tidak kan? Kamu itu mulia ya temanku yang cantik jika kamu menutup aurat dengan baik.
Salamku (Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh) buat temanku yang cantik. Yuks, belajar bersama ๐
Sabtu, 19 November 2016
Aksi Damai 411 Bentuk Cinta Kita Pada Allah
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh
“Nikmat Tuhan mana yang kau dustakan” (Ar-Rahman@13)
Sepertinya, disetiap aku menulis blog ada potongan surat ini ya? Hihi, cuman pengen ngingetin aja sih, jangan lupa untuk bersyukur hari ini. Oya, saya ingin bercerita sedikit tentang penistaan agama. Yah, beberapa hari lalu tepatnya 4 November 2016, Umat Islam menggelar aksi damai ke dua di Jakarta untuk menuntut keadilan kepada pemerintah soal gubernur DKI yang sempat mengatakan tentang al-maidah ayat 51 di pulau seribu.
Saya sendiri sebenenarnya ingin ikut, tapi posisi bingung. Karena saya yakin tidak diperbolehin untuk kesana; kedua saya juga belum ijin ke kantor. Jadi, yang bisa saya lakukan adalah menyiarkan keadaan sebenarnya via media sosial terutama facebook. Sehari saya terus ngeposting tentang keadaan saudara-saudara muslim yang sedang beraksi disana.
Subhanallah, penuh kejadian yang luar biasa terjadi selama aksi damai itu berlangsung. Yakin lah bahwa ini juga ada campur tangan dari Allah. Dengan kuasa-Nya diatas para aksi damai tampak lafadz Allah. Allahu Akbar, Masya Allah. Lalu apa lagi yang harus diingkari lagi, dengan ijin Allah aksi damai ini berjalan dengan mulus.
Sepanjang aksi damai, peserta selalu mengumandangkan dzikir, shalawat dengan pakaian serba putih. Subhanallah suasana terlihat seperti di sekitar ka’bah. Saling berbagi seperti aparat yang berbagi minum, air wudhu untuk jamaah aksi damai yang ingin melaksanakan shalat adapula jamaah aksi damai yang ikut berbagi makan kepada aparat. Disitu juga ada orang china juga loh. Aa’ gym beserta santrinya juga ikut turun ke jalan sambil mungutin sampah, adapula yang bawa taneman. Takutnya nanti diliput media terus dikatain merusak tanaman. Dan satu lagi, ketika ada orang non-muslim yang ingin melaksankan upacara pernikahan di katedral yang kebetulan tempat yang satu wilayah dengan aksi damai. Apa yang para saudara kita disana lakukan? Mencegah? Tidak. Melarang mereka lewat? Salah. Justru saudara kita disana memberikan jalan sampai mereka masuk ke dalam katedral. Subhanallah, ini bentuk toleransi bukan? Lalu kenapa dikatakan kita tidak toleransi? Astaghfirullah, maafkan mereka yang selalu memojokkan umat muslim yang turun jalan pada aksi damai 411.
Sekedar informasi sih ya, kemarin itu nggak dibayar loh. Katanya umat muslim yang aksi kemarin dibayar 500.000. Udah kitab umat Islam dihina terus difitnah kalau aksi damai kemarin dibayar RP.500.000 perorang. Siapa yang bakal bayar sebanyak itu buat jutaan orang ??? Astaghfirullah
Sungguh itu mulut yaaa...kalau dibiarin sepertinya bakal semakin memecah belah masyarakat Indonesia deh. Sebenernya siapa sih yang memecah belah, oknum mana yang kuat membayar setiap orang 500.000 ke jutaan orang saat itu? TIDAK ADA. Ini panggilan hati, inilah ghirah umat Islam jika sudah mengusik agama kami, kitab kami, aqidah kami. Kemarin umat Islam beraksi dengan damai, bahkan di setiap tempat terdapat komando. Komando buat jaga para jama’ah agar tetap beraksi sesuai dengan instruksi. Ini aksi damai yang diajarin oleh Islam, benar-benar tenang. Bayangkan saja, dari belahan Indonesia berkumpul, tanpa mengenal tanpa pernah bertemu berkumpul di satu tempat. Datang karena tujuan, rasa dan ghirah yang sama. Subhanallah, ini bentuk kuasa Allah. Baru satu ayat yang Allah tunjukkan, sudah jutaan umat yang ikut merasakan.
Saya yang hanya bisa turut ikut via media sosial saja ingin turun ke jalan ikut sama mereka, rasanya tuh Subhanallah indah. Susah banget buat mendeskripsikan suasana disana, baru kali ini saya melihat aksi yang benar-benar damai tanpa ada rusuh.
Tapi yah, saya baru benar-benar menyadari ternyata rasa yang saya rasakan tidak semua orang bisa merasakan khususnya yg beragama Islam. Ada yang beranggapan, “jangan memecahbelah rakyat Indonesia, damailah Indonesiaku” seolah-olah tidak suka dengan aksi damai. Padahal aksi damai itu cuman ingin mengaspirasikan suara kami untuk menegakkan keadilan kepada orang yang sudah menistakan Al-Qur’an, kitab kami. Ada pula yang bilang “Allah itu maha pemaaf, yaudah maafin aja ah*k” Astaghfirullah, orang seperti ah*k yang mulutnya sangat kasar seperti itu bahkan sampai mengatakan “DIBOHONGI PAKAI SURAT AL-MAIDAH AYAT 51” harus dihukum. Logikanya gini deh, kalau ibu atau anggota keluarga kamu dinistakan, apa kamu bakal diam dan memaafkan begitu saja. Saya yakin dari kalian pasti akan menghajar orang itu. Kenapa harus menuntut penista agama, karena ini juga untuk pembelajaran bagi kita semua. Takutnya, jika akan dibiarkan maka akan semakin banyak orang yang menggampangkan untuk menistakan agama orang lain. Bukankah jika dibiarkan akan memecahbelahkan rakyat Indonesia? Bukankah kalian menginginkan Indonesia damai? Tegakkan hukum yang ada di Indonesia! Ini sudah melanggar Pancasila, sila 1 “Ketuhanan Yang Maha Esa”
Kenapa saya bisa bilang seperti itu, karena ini menyangkut agama umat muslim, aqidah. Jika sudah dijelekkan/dinistakan berarti goyah sudah sila 1 dari Pancasila. Bukankah pancasila merupakan pedoman negara Indonesia?
Semoga, yang belum merasakan nikmatnya aksi damai kemarin segera dibukakan pintu hatinya dan merasakan betapa nikmatnya umat Islam berkumpul.
Oiya, kami mohon do’anya untuk aksi damai III pada 2 Desember 2016 mendatang. Jika Pak Presiden tidak memenjarakan Ah*k maka umat muslim kembali akan menyuarakan penegakan hukum. Kenapa ah*k sudah status tersangka tetap saja bebas berkeliaran bahkan berkampanye? Astaghfirullah, benar-benar yah hukum disini dikendalikan dengan tidak semestinya.
Ini bentuk suara saya ya, saya lebih percaya dengan ulama daripada omongan-omongan yang nggak sejalan namun menginginkan Indonesia damai tanpa melakukan apa-apa. Saya setuju penista agama dihukum, dipenjarakan.
“Nikmat Tuhan mana yang kau dustakan” (Ar-Rahman@13)
Sepertinya, disetiap aku menulis blog ada potongan surat ini ya? Hihi, cuman pengen ngingetin aja sih, jangan lupa untuk bersyukur hari ini. Oya, saya ingin bercerita sedikit tentang penistaan agama. Yah, beberapa hari lalu tepatnya 4 November 2016, Umat Islam menggelar aksi damai ke dua di Jakarta untuk menuntut keadilan kepada pemerintah soal gubernur DKI yang sempat mengatakan tentang al-maidah ayat 51 di pulau seribu.
Saya sendiri sebenenarnya ingin ikut, tapi posisi bingung. Karena saya yakin tidak diperbolehin untuk kesana; kedua saya juga belum ijin ke kantor. Jadi, yang bisa saya lakukan adalah menyiarkan keadaan sebenarnya via media sosial terutama facebook. Sehari saya terus ngeposting tentang keadaan saudara-saudara muslim yang sedang beraksi disana.
Subhanallah, penuh kejadian yang luar biasa terjadi selama aksi damai itu berlangsung. Yakin lah bahwa ini juga ada campur tangan dari Allah. Dengan kuasa-Nya diatas para aksi damai tampak lafadz Allah. Allahu Akbar, Masya Allah. Lalu apa lagi yang harus diingkari lagi, dengan ijin Allah aksi damai ini berjalan dengan mulus.
Sepanjang aksi damai, peserta selalu mengumandangkan dzikir, shalawat dengan pakaian serba putih. Subhanallah suasana terlihat seperti di sekitar ka’bah. Saling berbagi seperti aparat yang berbagi minum, air wudhu untuk jamaah aksi damai yang ingin melaksanakan shalat adapula jamaah aksi damai yang ikut berbagi makan kepada aparat. Disitu juga ada orang china juga loh. Aa’ gym beserta santrinya juga ikut turun ke jalan sambil mungutin sampah, adapula yang bawa taneman. Takutnya nanti diliput media terus dikatain merusak tanaman. Dan satu lagi, ketika ada orang non-muslim yang ingin melaksankan upacara pernikahan di katedral yang kebetulan tempat yang satu wilayah dengan aksi damai. Apa yang para saudara kita disana lakukan? Mencegah? Tidak. Melarang mereka lewat? Salah. Justru saudara kita disana memberikan jalan sampai mereka masuk ke dalam katedral. Subhanallah, ini bentuk toleransi bukan? Lalu kenapa dikatakan kita tidak toleransi? Astaghfirullah, maafkan mereka yang selalu memojokkan umat muslim yang turun jalan pada aksi damai 411.
Sekedar informasi sih ya, kemarin itu nggak dibayar loh. Katanya umat muslim yang aksi kemarin dibayar 500.000. Udah kitab umat Islam dihina terus difitnah kalau aksi damai kemarin dibayar RP.500.000 perorang. Siapa yang bakal bayar sebanyak itu buat jutaan orang ??? Astaghfirullah
Sungguh itu mulut yaaa...kalau dibiarin sepertinya bakal semakin memecah belah masyarakat Indonesia deh. Sebenernya siapa sih yang memecah belah, oknum mana yang kuat membayar setiap orang 500.000 ke jutaan orang saat itu? TIDAK ADA. Ini panggilan hati, inilah ghirah umat Islam jika sudah mengusik agama kami, kitab kami, aqidah kami. Kemarin umat Islam beraksi dengan damai, bahkan di setiap tempat terdapat komando. Komando buat jaga para jama’ah agar tetap beraksi sesuai dengan instruksi. Ini aksi damai yang diajarin oleh Islam, benar-benar tenang. Bayangkan saja, dari belahan Indonesia berkumpul, tanpa mengenal tanpa pernah bertemu berkumpul di satu tempat. Datang karena tujuan, rasa dan ghirah yang sama. Subhanallah, ini bentuk kuasa Allah. Baru satu ayat yang Allah tunjukkan, sudah jutaan umat yang ikut merasakan.
Saya yang hanya bisa turut ikut via media sosial saja ingin turun ke jalan ikut sama mereka, rasanya tuh Subhanallah indah. Susah banget buat mendeskripsikan suasana disana, baru kali ini saya melihat aksi yang benar-benar damai tanpa ada rusuh.
Tapi yah, saya baru benar-benar menyadari ternyata rasa yang saya rasakan tidak semua orang bisa merasakan khususnya yg beragama Islam. Ada yang beranggapan, “jangan memecahbelah rakyat Indonesia, damailah Indonesiaku” seolah-olah tidak suka dengan aksi damai. Padahal aksi damai itu cuman ingin mengaspirasikan suara kami untuk menegakkan keadilan kepada orang yang sudah menistakan Al-Qur’an, kitab kami. Ada pula yang bilang “Allah itu maha pemaaf, yaudah maafin aja ah*k” Astaghfirullah, orang seperti ah*k yang mulutnya sangat kasar seperti itu bahkan sampai mengatakan “DIBOHONGI PAKAI SURAT AL-MAIDAH AYAT 51” harus dihukum. Logikanya gini deh, kalau ibu atau anggota keluarga kamu dinistakan, apa kamu bakal diam dan memaafkan begitu saja. Saya yakin dari kalian pasti akan menghajar orang itu. Kenapa harus menuntut penista agama, karena ini juga untuk pembelajaran bagi kita semua. Takutnya, jika akan dibiarkan maka akan semakin banyak orang yang menggampangkan untuk menistakan agama orang lain. Bukankah jika dibiarkan akan memecahbelahkan rakyat Indonesia? Bukankah kalian menginginkan Indonesia damai? Tegakkan hukum yang ada di Indonesia! Ini sudah melanggar Pancasila, sila 1 “Ketuhanan Yang Maha Esa”
Kenapa saya bisa bilang seperti itu, karena ini menyangkut agama umat muslim, aqidah. Jika sudah dijelekkan/dinistakan berarti goyah sudah sila 1 dari Pancasila. Bukankah pancasila merupakan pedoman negara Indonesia?
Semoga, yang belum merasakan nikmatnya aksi damai kemarin segera dibukakan pintu hatinya dan merasakan betapa nikmatnya umat Islam berkumpul.
Oiya, kami mohon do’anya untuk aksi damai III pada 2 Desember 2016 mendatang. Jika Pak Presiden tidak memenjarakan Ah*k maka umat muslim kembali akan menyuarakan penegakan hukum. Kenapa ah*k sudah status tersangka tetap saja bebas berkeliaran bahkan berkampanye? Astaghfirullah, benar-benar yah hukum disini dikendalikan dengan tidak semestinya.
Ini bentuk suara saya ya, saya lebih percaya dengan ulama daripada omongan-omongan yang nggak sejalan namun menginginkan Indonesia damai tanpa melakukan apa-apa. Saya setuju penista agama dihukum, dipenjarakan.
Langganan:
Postingan (Atom)



